MENGHARGAI BUMI & ALAM
- Apr 30, 2018
- 1 min read
RENUNGAN ALAM - MENUJU PERJALANAN KE LAMPUNG
Surah Nuh:Ayat 21 Nuh berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka telah mendurhakaiku dan telah mengikuti orang-orang yang berharta dan anak-anaknya tidak menambah kepadanya melainkan kerugian belaka,
INGAT! bila senantiasa mengingkari dan mengetepikan perintah Allah swt dalam kehidupan, nescaya akan ada balasan yang akan dihadirkan oleh-Nya. Harta dikejar dan dikumpul, tidak dimanfaatkan mengikut jalan yang wajar, ianya hanya merugikan. Anak-anak tidak dibimbing hati & nurani serta jiwa mereka atas dasar Islam, nescaya ianya kerugian besar ketika berhadapan dengan Ilahi nanti

Sobahul Khair Warga Desa!. Selamat Pagi Warga Kota!. Dari Lampung, Indonesia.
Semalam adalah hari cukup lelah, penuh dengan menanti dan memerhati. Tika sampai di Lapangan Terbang Lampung, ternyata ianya adalah suatu keindahan bak menghirup udara segar. Lama sudah tidak ku lihat ketenangan warga desa, lama tidak ku saksikan sekeliling desa yang damai. Kota Lampung ini kurang dari
sudut pembangunan tapi bukan bermakna tidak membangun. Boleh dikategorikan masih mempunyai nilai Historis Desa. Sumber utama di sini masih memfokuskan kepada bumi iaitu Tanaman.
Memahami landskap budaya setempat adalah keperluan dan penting, apatah lagi ingin menjadikan Lampung tempat berbakti dalam beberapa bulan kehadapan. Ternyata dalam perbualan itu, dapat difahami bahawa warga disini masih belum melihat Pembangunan itu suatu yang benar-benar diperlukan. Kos biaya hidup di Lampung masih agak murah berbanding kota-kota besar lain. Pemilikan Tanah masih dibawah paras. Walaupun begitu, lambakan kafe berkonsep Hipster di sekitar kota cukup banyak dengan daya inovatif yang tersendiri.
Hari ini akan terus menjelajah untuk meneruskan pencarian......
JADIKAN BUMI ITU TEMPAT BERSUJUD BUKAN PENGHAMBAAN DIRI PADA MATERIAL. JANGAN SESEKALI LUPA MENGHARGAI KUASA YANG DIATAS, ANDAI HARTA DAN ANAK YANG DIMILIKI INGIN BERKAH. SEJARAH MENGAJAR HIDUP UNTUK MERENUNG BUKAN BACAAN LAMPAU YANG TIADA ISI.
Comments