top of page

PELAYARAN ITU BUKAN BERSIFAT INDIVIDU

  • Mar 1, 2020
  • 2 min read

Tugas memerlukan aku bergerak ke mana sahaja yang diperlukan. Waktu nya bergantung, sehari - dua hari - tiga hari atau berhari-hari. Pada setiap perjalanan, pasti terpahat pelbagai kisah untuk diteladani.


Kisah Nabi Nuh as bersama pengikut dan bahtera

Surah Hud. S11:A41

Dan Nuh berkata: "Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya". Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


Mudah mempraktikkan tapi terkadang tidak diamalkan. Nabi Nuh mengajar agar menyebut nama Allah ketika berlayar dan ketika sampai di Destinasi. Sekiranya hafal Doa Musafir, adalah terbaik. Jika tidak, bagaimana? Cukup berdoa pada Allah swt dalam bahasa yang difahami agar diberikan keselematan. Ketika sampai, cukup lah dengan lafaz Alhamdulillah.


Tapi KENAPA?

Jangan sombong pada sesuatu yang kita tiada tahu akan takdirnya. Pelayaran atau perjalanan bukan bersifat individu - mohon keselamatan dalam bentuk kolektif atau sempurna. Ketika dalam pelayaran menaiki Feri sebagai contoh:

Physical

Kita nampak GAH, HEBAT ferry ini dan pasti tiada apa yang berlaku. JGN LUPA DALAM PERISTIWA TSUNAMI, AIR YG TENANG - BILA DATANG OMBAK BERGELORA DIPUKUL SAMPAI KE DARATAN






Intellectual

Kita ini harus INGAT insan kerdil, tiada siapa yang tahu TAKDIR yg akan terjadi. Oleh itu, merendahkan diri untuk senantiasa belajar untuk berdoa agar diberi keselamatan


My Personal Experience


Pernah nampak apa itu Manual Boarding Pass? My flight dari Madinah to Istanbul. Seram dan tak seram. Boarding was issued lagi sejam nak depart to all passenger. Waktu tu Airport facing technical problem. Semua jadi manual.




Emotional

Bercuti atau bermusafir itu senantiasa gembira tapi jangan lupa pada keluarga yang ditinggalkan. Berdoa pada yang ESA serta Tawakal dalam meninggalkan keluarga.


Spiritual

Hadith Hassan: "Tiga waktu yang dikabulkan doa yang tidak diragukan lagi iaitu: (1) doa orang yang terzalimi, (2) doa seorang musafir, (3) doa orang tua pada doa orang tua pada anaknya.” (HR. Ahmad, At Tirmidzi, Ibnu Majah)


(Modal P.I.E.S ini dimiliki oleh Tuan Fazrul Ismail, Akademi Sinergi Ikhlas, Malaysia)


 
 
 

Comments


Featured Review
Check back soon
Once posts are published, you’ll see them here.
Tag Cloud

© 2023 by The Book Lover. Proudly created with Wix.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Google+ Icon
bottom of page