top of page

LAFAZ YANG DIRINDUI

  • Jan 27, 2021
  • 1 min read

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

“Aku datang menyahut panggilan-Mu ya Allah. Aku datang menyahut panggilan-Mu. Aku datang menyahut panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Aku datang menyahut panggilan-Mu. Sungguh, segala puji, nikmat, dan segala kekuasaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.”

Terisi pelbagai hikmah sumpah dan janji pada Rabb sekelian alam. Kita menerima undangan Allah bersama sebuah janji untuk tidak mensyirikkan serta berjanji untuk mensyukuri segala nikmat. Jika dihayati, pasti mampu menitiskan jernihan air dari kelopak mata sebagai tanda mutiara kasih pada Ilahi.


AMANAH YANG HARUS DISEMPURNAKAN

بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا

Dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya

PERMUSAFIRAN ITU MENDIDIK BERTAWAKAL

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini.

Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh.

Ya Allah, Engkau adalah rakan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga.


 
 
 

Comments


Featured Review
Check back soon
Once posts are published, you’ll see them here.
Tag Cloud

© 2023 by The Book Lover. Proudly created with Wix.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Google+ Icon
bottom of page